ramadhanku kini tlah pergi,
sungguh memberiku impresi,
dan aku sadar inilah destinasi…
meski aku bukan klerikus,
tp aku berharap tulus…
smoga kebersamaan dengannya merupakan dekreolisasi atas dosa-dosa kita.
smoga kepergiannya bukan merupakan deregulasi dan reinterpretasi (apalagi antikonsepsi) atas premis baik-buruk.
mari kita meng-alimentasi & meng-agregasi amalan dan terus men-depresiasi & meng-abolisi kesalahan.
syawal bukanlah wujud diskresi sebebas-bebasnya, melainkan saat untuk melepaskan heteronomi kita atas dosa, serta momen akan akumulasi dan aktualisasi atas iman-ilmu-amal.
mari berintrospeksi, bukan hanya berselebrasi.
maka selayaknya kita bertanya, “benarkah kita termasuk orang-orang yg menang?”
terlepas dari itu,
terimalah maafku sebagai seorang hamba yg penuh dengan alpha-adinamia-apraksia.
Kudus, 19 September 2009 at 8:51pm